Wawancara dengan Guru

 HASIL WAWANCARA

1. Hasil wawancara dengan dewan guru

Berdasarkan hasil wawancara yang kami lakukan dengan Kepala SD Negeri 2 Bengkala, yaitu Bapak I Ketut Sulatra, S.Pd dan juga salah satu tenaga pendidik inklusi atas nama Ibu Kadek Mahendri, S.Pd., SD. Kami mendapatkan hasil bahwa,

a. Menurut Narasumber pendidikan Inklusi jelas sangat penting berkaitan dengan pendidikan seperti yang sudah disebutkan dalam UUD bahwa seluruh warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Dimana hal ini menekankan bahwa seluruh warga negara Indonesia baik yang normal maupun yang berkebutuhan khusus berhak untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan setara tanpa dibedakan-bedakan. Jadi dengan adanya sekolah inklusi kesetaraan pendidikan tersebut akan dapat tercapai. Selain itu, melalui pendidikan inklusi ini siswa di kelas 1 akhirnya mampu mengenal dan menghafal huruf melalui metode seperti SIBI dan BISINDO. Namun, Ibu Mahendri juga mengakui bahwa mengelola minat belajar siswa, khususnya siswa inklusi, sering menjadi tantangan tersendiri. Di SD Negeri 2 Bengkala, selain pembelajaran tatap muka, siswa juga menggunakan tablet yang dilengkapi dengan materi dan aplikasi pembelajaran. Sekolah ini bahkan menyediakan ruang khusus untuk mendukung pembelajaran anak inklusi.

b. Dengan adanya sekolah inklusi dapat membuat siswa dengan kebutuhan khusus yang memang tidak bisa ditampung di sekolah umum mereka bisa di tampung dan di didik di sekolah inklusi. Sehingga semua warga baik yang normal maupun yang berkebutuhan khusus bisa mengenyam pendidikan yang layak dan bisa menjadi atau membantu mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.

c. Tantangan yang terdapat dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi di SD Negeri 2 Bengkala meliputi kutangnya tenaga pendidik yang kompeten, kurangnya sarana dan prasarana pendukung. Selama ini sekolah menggunakan sarana dan prasarana seadanya, selain itu guru - guru atau tenaga pengajar di SD Negeri 2 Bengkala sejauh ini belum pernah mendapatkan pelatihan khusus terkait bagaimana mengajar anak-anak dengan kebutuhan khusus guru-guru disana belajar secara otodidak. Namun pihak sekolah sudah mengajukan kepada pihak dinas pendidikan terkait kekurangan yang dialami. Selain itu, dalam mengajar siswa di kelas inklusi narasumber mengatakan bahwa tantangan yang sering dihadapi yaitu anak enggan belajar. Sehingga ketika hal tersebut terjadi mereka dapat diberikan waktu untuk bermain terlebih dahulu. Setelah anak siap untuk belajar, guru akan melanjutkan proses pembelajaran. Sementara itu, jika anak inklusi menunjukkan keinginan untuk bergabung, guru akan memanfaatkan media konkret dan melakukan ice breaking untuk meningkatkan semangat belajar mereka.

d. Adapun hal yang perlu ditingkatkan dari kebijakan pemerintah terkait pendidikan inklusi yaitu dari segi perhatian pemerintah pada anak-anak yang mengalami atau berebutan khusus dimana pemerintah seharusnya memberikan perhatian lebih kepada mereka yang memiliki kebutuhan khusus salah satunya dengan cara memperbanyak jumlah sekolah penyelenggara pendidikan inklusi di Indonesia, mengadakan pelatihan khusus bagi tenaga pendidik bagi pendidik yang mengajar di sekolah inklusi. Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya penyediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang proses belajar mengajar di kelas inklusi.


2. Hasil wawancara dengan orang tua siswa

Berdasarkan hasil wawancara yang kami lakukan bersama dengan salah satu orang tua dari siswa yang berkebutuhan khusus, yaitu Bapak Surya. Anak bapak Surya mengalami gangguan pendengaran sejak lahir. Jadi anak bapak Surya tersebut termasuk kedalam anak yang tunarungu. Tantangan terbesar sebagai orang tua anak yang berkebutuhan khusus menurut pak Surya adalah pada saat proses pembelajaran dirumah, karena pada saat proses pembelajaran dirumah berlangsung anak lebih menjadi gampang bosan ketika belajar. Maka dari itu pak Surya terkadang menggunakan media ajar untuk mengajarkan anaknya ketika dirumah. Media yang digunakan yaitu penggunaan media visual bergambar yang biasa diputar melalui layar televisi yang dimana media tersebut merupakan aplikasi khusus untuk anak berkebutuhan khusus dan memilki animasi yang beragam dan membuat sang anak menjadi lebih senang dalam melaksanakan pembelajaran dirumah. Ketika sedang berada dirumah pak Surya tidak menerapkan pendekatan tertentu pada sang anak. Pak Surya tetap membiarkan sang anak untuk tetap bermain dengan teman sepantarannya yang berada di lingkungan rumah. Hal itu dilakukan pak surya supaya sang anak tidak merasa minder karena keterbatasan yang dia miliki. Akan tetapi, pak Surya tetap mengawasi sang anak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti pembulian dan perundungan yang dilakukan oleh teman sepantarannya di sekitar rumah. Harapan pak Surya untuk sekolah pendidikan inklusi kedepannya supaya lebih banyak lagi sekolah yang bisa menyelenggrakan pendidikan inklusi dan juga supaya lebih banyak lagi guru yang mendapatkan pelatihan mengenai anak anak berkebutuhan khusus supaya para guru pun bisa lebih mudah dalam menjelaskan mengenai proses pembelajaran di dalam kelas. Pak Surya juga menginginkan agar sarana prasarana lebih ditingkatkan lagi supaya dapat menunjang proses pembelajaran agar lebih baik lagi kedepannya. Harapan pak Surya untuk sang anak adalah pak Surya menginginkan sang anak agar bisa sukses untuk dimasa depan, pak Surya sebagai orang tua mengatakan beliau akan selalu mendukung apapun hal yang ingin dilaksanakan oleh sang anak. Pak Surya juga mengatakan bahwa akan selalu mengusahakan apapun demi kebahagiaan sang anak dan masa depan sang anak.

2. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DATA PENDIDIKAN INKLUSI DI INDONESIA